Minggu, 27 Februari 2011

Faza dan Sempoa


Tidak banyak yang bisa Faza ceritakan kali ini.
Karena Faza sedang di dalam masa yang sibuk.
Sibuk bermain dan belajar bicara banyak.

Lagipula, saat ini Faza sedang menunggu kedatangan adik Faza keluar dari perut Bunda.
Kasihan Bunda, karena perut Bunda sering ditendang-tendang adik. Selain itu, diperut Bunda juga ada gumpalan daging yang sering membuat bunda sakit. Kista namanya.

Bicara tentang nama, kok segumpal daging sudah punya nama? Sedangkan adik Faza belum?
"Tuh, tanya Ayah, siapa nama adik Faza," jawab Bunda singkat.
Faza tanyakan ke Ayah, ia hanya bisa garuk-garuk kepala. Ketombenya kumat kali ya?!

Yah begitulah teman-teman...
Faza mohon doa, semoga Bunda dan adik Faza selalu dalam keadaan sehat walafiat.
Bila punya ide untuk nama, tolong kasi tahu Faza (menurut prediksi dokter, adik Faza perempuan).

Faza mohon maaf, isi tulisannya tidak nyambung dengan judulnya....
Maklumlah, Faza sedang tidak konsen nih.
Selebihnya,
Terima kasih atas perhatiannya ya :)

Senin, 17 Januari 2011

Mahal, Yah!!!

Menurut ayah, semua di dunia ini mempunyai harga. Tidak ada satupun yang tidak. Namun, menurut ayah lagi, sesuatu yang begitu berharga untuk seseorang, mungkin tidak berharga untuk orang lain.

Selembar 50 ribuan rupiah, mungkin sangat berharga buat ayah. Tapi sebaliknya, mungkin tidak begitu berharga buat seorang Gayus Tambunan. Hanya sekedar uang receh, karena nilai uang yang dimilikinya beribu kali lipat dari uang yang dimiliki ayah (atau jangan-jangan berjuta kali lipat). Yang paling berharga bagi Gayus saat ini adalah kebebasan. Kebetulan ayah punya kebebasan yang lebih banyak dibanding Gayus. Hanya sayang tidak bisa dibagi. Bukan karena ayah pelit. Cuma tidak bisa saja, kata ayah.

Tapi tidak semua di kehidupan dapat kita hargai dengan uang. Banyak hal yang tidak dapat dibeli oleh uang. Cinta, kasih sayang, misalnya, tidak dapat dibeli. Bila cinta dan kasih sayang bisa dibeli, maka cinta dan kasih sayang itu adalah palsu. Cinta dan kasih sayang yang ayah, bunda dan Faza rasakan dan bagi bersama, tak ternilai harganya.

Banyak lagi hal yang tidak bisa dibeli. Kejujuran misalnya. Ketika ia berhasil dibeli, maka sulit untuk memperolehnya kembali. Kembali lagi Gayus sebagai contoh (maaf ya pak Gayus), kejujurannya telah berhasil dibeli. Berapa pun uang yang dimilikinya saat ini, tidak akan sanggup untuk mengembalikan nilai kejujuran pada Gayus. Semua orang tidak akan lagi percaya padanya.

Maka, lanjut ayah, tentukanlah harga dalam kehidupan dengan kejujuran. Ketika kejujuran menjadi patokan, maka banyak hal dalam kehidupan menjadi berharga. Dengan banyak yang berharga, kita menjadi mudah bersyukur dalam hidup. Dengan bersyukur, maka kita akan mudah merasa bahagia.

Yah...begitulah yang ayah sampaikan mengenai harga.
Walau Faza tidak begitu mengerti. Yang pasti, terakhir Faza minta dibelikan sepeda, ayah cuma berkata singkat, "Mahal, ayah tidak punya uang!".
Ketika Faza jawab, "Nih, uang Faza ada!", ayah menyambarnya pendek, "Uang Faza kurang nol nya!".

Kesimpulannya...Bila menyangkut harga barang, sebelum ayah berceramah panjang lebar, Faza cuma bisa bilang, "Mahal, Yahhh!!!!"....hihihihihi

Rabu, 01 Desember 2010

Faza Mengejar Impian


Siapa yang tidak tahu kupu-kupu. Sayapnya yang indah. Terbangnya bagai tarian peri. Duh...indahnya :)

Suatu hari, saat Faza sedang bermain di halaman, melintaslah seekor kupu-kupu (Seekor atau sebuah sih? Kupu-kupukan tidak punya ekor?!). Kecantikan dan kelincahannya membuat mata Faza tak lepas dari sosoknya. Tapi, begitu lincahnya, beberapa kali kupu-kupu itu menghilang dari pandangan. Ke kiri, ke atas, ke bawah, ke kanan, begitu cepat hingga sulit untuk diikuti oleh mata.

Wah, wah, waahhh...
Sungguh membuat Faza ingiiin menangkap dan memilikinya.
Hup! Faza pun bergegas mengejarnya. Namun sayang, kupu-kupu itu semakin tinggi, tinggi, dan tinggi terbangnya. Tanpa sadar, Faza berlari ke arah yang salah. Hingga....BRAKK! Tumbalen!!!...Duh...Faza menabrak pohon yang tak bersalah teman-teman. Aduuuuuhhh...Sakitnya...Membuat Faza tidak dapat lagi menahan tangis.
"Huaaaaaa....huaaaaa...huaaaaaaaa", begitulah kira-kira tangisan Faza.

Ternyata tangisan Faza terdengar oleh ayah. Ayahpun bergegas menghampiri Faza.
"Kenapa, Faza?" tanya ayah sedikit cemas.
Lalu, Faza ceritakan kejadiannya dengan terbata-bata.
"Oohhh...begitu", senyum ayah merekah seusai mendengar cerita Faza.
Lantas Faza digendong ke arah tempat yang teduh. Kemudian kami duduk bersama dengan Faza di atas pangkuannya.

"Begini ya, Faza. Saat Faza menginginkan sesuatu, jangan lupa untuk melihat kiri kanan, tidak boleh melupakan pijakan. Dalam mengejar sesuatu, Faza harus selalu berhati-hati, hingga terhindar dari celaka", jelas ayah panjang lebar.

"Oooooo....ya...ya...ya", jawab Faza setuju sambil menganggukkan kepala.
Walau dalam hati....sumpah!....Faza tidak mengerti....hihihi...

Intinya mungkin begini ya teman-teman...
Bagi yang gagal meraih impian di tahun 2010, selamat mencoba lagi di tahun 2011. Tapi hati-hati, nanti nabrak pohon....hihihihi

Sukses buat semua :)

Rabu, 24 November 2010

Misteri Es Batu

Teman-teman pasti tahu es batu kan?!
Duh...teman-teman, kali ini Faza dibuat pusing dengan sebongkah kecil es batu.

Kejadiannya berawal di siang hari yang panas. Faza menemukan sebongkah kecil es batu di dalam gelas yang telah digunakan oleh oom Dira. Iseng, itung-itung untuk mengusir rasa panas, Faza ambil bongkahan es batu itu. Faza tempel-tempelkan ke jidad, pipi, leher dan ketek, huih...lumayaaaaannn....dinginnnn.

Namun, tangan Faza mulai terasa kedinginan karena memegang es batu itu terlalu lama. Untuk sementara tinggalkan dulu saja di atas meja, fikir Faza. Lantas, Fazapun mulai sibuk bermain dengan kucing-kucing di rumah nenek.

Ketika panasnya hari kembali mengganggu, Faza teringat dengan es yang tadi disimpan di atas meja. Tapi ternyata...es batu Faza hilang!!!!
Padahal dari tadi tidak satu orangpun berada di sekitar meja kecuali kucing-kucing yang Faza ajak bermain.

Jadi....es batunya hilang kemana?!?!?!?!?!
Hmmm....sebuah misteri lagi di kehidupan Faza. Mungkin, teman-teman ada yang tahu jawabannya??? Bantu Faza yaaa :)

Minggu, 10 Oktober 2010

Faza dan Superman

Asyik juga ya jadi burung. Bisa terbang kemana-mana. Burung bisa terbang karena punya sayap, kata ayah. Pesawat juga punya sayap, bisa terbang juga.

Sayang manusia tidak punya sayap ya...
Tapi ada kok .... manusia yang punya sayap, bisa terbang juga ....wush...wush...wush.... cepat sekali terbangnya. Superman namanya.

Suatu hari, Faza minta buatkan Ayah sayap seperti Superman.
Dan ... wush ... pluk!!! Faza jatuh ke lantai ...
Duh ... dimana salahnya ya?
Siapapun yang punya masukan, Faza hargai pendapatnya ... Tolong yaa ... :)