Jumat, 31 Agustus 2012

Faza dan Lebaran


Oooohhh, ternyata setelah bulan Ramadan selesai, ada hari yang namanya hari Lebaran. Hari itu untuk merayakan kemenangan setelah melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh, katanya sih begitu.

Yang pasti, di hari Lebaran ini, makanan buanyaakkk sekali...dari yang manis, asam sampai yang asin. Dari yang berat, sampai yang ringan. Tidak hanya itu teman-teman. Fazapun memakai baju baru, celana baru, dan sepatu baru.

Kata ayah, Lebaran di kota Faza, Pontianak, sedikit berbeda dengan Lebaran di pulau Jawa. Kalau di Jawa, di Jakarta khususnya, banyak orang mudik pulang ke kampung untuk sungkeman dengan keluarga yang lebih tua. Sedangkan di Pontianak, masih sedikit sekali yang pulang mudik.

Dan di Pontianak, walau sudah bertemu di jalan dan telah saling berjabat tangan untuk saling maaf, tidaklah afdol bila kita belum pergi bertandang sampai ke rumah. Makanya, di setiap rumah telah disiapkan beraneka makanan untuk menjamu tamu yang berlebaran.

Satu lagi yang unik saat lebaran di Pontianak. Suasana malam takbirannya seperti kita sedang berada di tengah-tengah peperangan. Karena, di sepanjang sungai Kapuas, ratusan meriam karbit berdentum sahut-sahutan. Baam...buummm...Gdebammm...Gdebummm....kurang lebih begitulah bunyinya...sampai lewat tengah malam....Whuih...

Yang pasti teman-teman, Faza tak lupa untuk ucapkan, mohon maaf lahir dan batin.
Selamat Idul Fitri bagi yang merayakan... ;)

Selasa, 31 Juli 2012

Faza dan Sahur


Teman-teman, kali ini adalah pengalaman pertama Faza menjalani ibadah puasa.
Banyak hal baru yang Faza temui. Mulai dari harus makan subuh-subuh, sampai begitu lama rasanya menunggu azan magrib...

Yang pasti...hausnya ngga nahaaannn...
Padahal Faza sudah berusaha menghilangkan haus dengan berendam di dalam baskom bersama Zyta...
Huih...tetap saja Faza kehausan...
Akhirnya Bunda mengizinkan Faza untuk berbuka sebelum siang...

Bunda bilang, kita masih enak. Masih bisa makan kapan saja kita mau.
Bayangkan nasib orang yang tak punya. Harus menahan haus dan lapar hingga rezeki berhasil dijemputnya.

Semoga besok, lusa, dan hari berikutnya lagi, tidak ada orang yang kelaparan ya teman-teman...
Amiinnn...

Kamis, 31 Mei 2012

Faza dan Peta


Teman-teman, kemarin Faza mencoba obeng ayah.
Ternyata, obeng ayah banyak gunanya juga ya!!!
Bisa membuka sekrup-sekrup pada HP loh!

Setelah sekrupnya tidak ada lagi, kotak HP nya bisa kita buka.
Dan....ternyata, teman-teman...di dalam HP ada petanya!
Iya...Peta!!!
Ada jalan dengan warna kekuning-kuningan, dan ada banyak rumah-rumahnya...!!!
Ada yang hitam, abu-abu, coklat.
Ada yang besar, kecil, dan kecil-kecil....
Banyaklah pokoknya teman-teman...

Tapi setelah itu Faza diomelin bunda....
"Faza!!!! Kenapa kamu bukaaaaa!!!! teriak bunda yang dilanjutkan dengan omelan panjang.

Kok tidak boleh sih???
Fazakan cuma mau tahu...
Iya kan teman-teman?!?

Senin, 30 April 2012

Jawaban Tuhan



Suatu hari Faza dan ayah berencana untuk jalan-jalan sore.
Kata ayah, "Sudah lama kita tidak jalan-jalan nih. Nanti sore kita jalan-jalan ya."
Wihieeewww!!!...girangnya hati Faza, "Wookee, Yah. Jalan-jalannn...jalan-jalaannn....!!!

Sorenya, Faza dan ayah sibuk bersiap-siap. Faza sudah mandi pake sabun dan bershampo hingga wangi. Ayah sudah menyiapkan baterai untuk kamera sakunya, kali-kali ada momen yang bisa diabadikan.
Tapi sayang, teman-teman. Rencana itu batal. Tiba-tiba saja hujan turun. Byurrrrr....!!!

"Wah, hujan nih, Faza. Jalan-jalannya ditunda dulu ya," kata ayah sambil menyimpan kembali kameranya.
"Yaaaa....kok hujan sih! Gimana sih, Ayah!" kata Faza dengan wajah muram.
"Yaaahhh...kok Ayah yang disalahkan, bukan salah Ayah dong, tanya Tuhan tuh yang menurunkan hujan!" balas Ayah membela diri.
"Mana Tuhan mau ngomong, Yahhh!!!" sambar Faza.
"Tuhaaannn!!!" teriak Faza sekencang-kencangnya melawan suara hujan yang deras.
......
"Tuh, kan!!! Tuhan tidak jawab!!!"

"Hehehe...,"ayah tertawa.
"Tidak bisa begitu, Faza!"

Kemudian ayahpun menjelaskan kepada Faza mengapa Tuhan tidak langsung menjawab. Bukan karena Tuhan tidak punya pulsa! Bukan begitu!!! Intinya, Tuhan itu sangat jauh berbeda dengan kita manusia. Maka Tuhan menjawab dengan cara yang berbeda, dengan caranya sendiri, sebagai Sang Pencipta...

...Jadi...Kapan kita bisa jalan-jalaannnn!!!!....hiks... :(