Senin, 28 November 2011

Faza dan Doa

Kata ayah, doa adalah permintaan.
Hanya permintaan ini bukanlah kepada manusia.
Tetapi permintaan kepada Tuhan yang maha kuasa.

Awalnya Faza fikir, karena kita meminta kepada yang maha kuasa, tentulah semua permintaan Faza bisa dikabulkan. Ternyata tidak selalu begitu kata ayah.

Sama seperti saat Faza minta dibelikan es krim pada ayah saat hari sedang dingin karena hujan. Ayah pasti akan menolak permintaan Faza. Itu karena ayah tidak mau melihat Faza sakit gara-gara makan es krim saat hari sedang dingin.
Kurang lebih, begitu juga Tuhan.
Ketika doa kita tak terkabulkan, bukan berarti Tuhan membenci kita.
Ia tentu lebih tahu yang terbaik untuk kita.
Dan, kata ayah, untuk mewujudkan keinginan, tidaklah cukup hanya berdoa.
Doa juga harus diiringi dengan usaha.

Kata ayah, manfaat doa begitu besar dalam kehidupan manusia. Dengan doa, kedamaian dapat diraih, semangat hidup dapat ditingkatkan, emosi dapat dikendalikan. Dengan doa, ada harapan yang terbentang. Doa menjadi penyejuk pada saat menghadapi musibah. Doa adalah tempat kembalinya manusia setelah seharian melakukan usaha.

Intinya ... semoga kita semua tidak melupakan doa. Amin...

Senin, 31 Oktober 2011

Faza dan Lupa

Lupa itu manusiawi kan teman-teman?
Tapi terkadang lupa ini sangat mengganggu.
Seperti lupa yang diidap oleh ayah Faza...sangat akut dan mengganggu.

Ayah pernah panik di kamar mandi.
"Heh...kenapa ini, kenapa ini?!?!?!...teriak ayah dari kamar mandi.
Bunda yang kebetulan sedang mencuci pakaian di dekat kamar mandi ikut panik mendengarnya.
"Kenapa, yah? Kenapa?!?!?!" teriak Bunda dari luar kamar mandi.
"Mata ayah tiba-tiba kabur, Nda!!!" kata ayah masih terdengar gusar.
Apa yang terjadi sekejap kemudian, Bunda menggerutu panjang lebar.
"Ya iyalah kabur! Kacamatanya tidak dilepas!!!! kata Bunda sambil melanjutkan cuciannya.
"Hehehe...maaf, Nda. Namanya juga lupa...."jawab Ayah tersipu-sipu...

Masih banyak lagi cerita lupa ayah.
Lupa nama teman misalnya.
"Siapa namamu, bro.....? Masih ada rokok ngga...?!"
Dan, masih banyak lagi lupanya ayah, lupa mandi, lupa makan, lupa pulang, lupa apalagi ya???
Tuh kan!!! ... Faza jadi ikut-ikutan lupa!

Yah, Faza ambil hikmahnya saja, punya ayah yang begitu pelupa.
Faza cuma bisa berdoa, semoga ayah tidak mudah melupakan janji.
Karena lupa janji sering terjadi di masyarakat saat ini, terutama pada para pemimpinnya.
Gawatkan?!?!

Dan satu lagi yang paling penting Faza doakan untuk ayah!
Semoga ayah tidak pernah melupakan Tuhan...
Amin....



Jumat, 30 September 2011

Faza dan Telinga

Telinga adalah salah satu organ penting yang selalu Faza jaga kebersihannya. Supaya Faza selalu dapat berkomunikasi dengan baik terhadap semua orang, terutama dengan dede Zyta, Bunda, dan Ayah.

Yah, komunikasi memang penting, setuju ngga teman-teman?
Kata ayah, komunikasi di zaman sekarang lebih mudah daripada di zaman ayah muda dahulu.
Kita bisa saling mengirim kabar antara satu orang dengan lainnya dengan begitu mudah. Jarak yang sangat jauh sekalipun bukanlah halangan. Karena sekarang telah hadir teknologi yang murah dan mudah untuk dibawa kemana-mana, sehingga kita dapat berkomunikasi dimana saja.

Tapi, menurut ayah, berkomunikasi dengan teknologi inipun bukan tidak membawa dampak buruk.
Masa sih?
Contohnya, kata ayah, karena begitu murahnya pulsa, banyak orang merubah perilaku komunikasinya. Dari bertemu langsung menjadi cukup lewat celular saja.
Lho? Dimana sisi buruknya?

Sisi buruknya, kata ayah lagi, karna terlalu sering berkomunikasi lewat celular, terkadang orang malah tidak menghargai orang yang ingin berkomunikasi langsung.
"Sebentar ya, saya sedang menelpon, mumpung pulsa gratis nih."
Lantas berlanjutlah telpon itu hingga batas gratis pulsanya habis. Akibatnya, orang-orang yang berada disekelilingnya malah dicuekin.
Tuh...kasiankan?

Singkatnya, tambah ayah lagi, dengan adanya teknologi ini, "Yang jauh terasa sangat dekat, yang dekat malah terasa jauh...."

Hmmm....sumpah, Faza ngga ngerti....:(

Minggu, 28 Agustus 2011

Faza dan Puasa

Oh, ternyata!!!
Ada bulan yang bernama puasa!!!
"Bukaaannn....", kata ayah.
"Bulan Ramadan, baru benar", lanjut ayah pendek.

Kemudian, ayah menarik nafas panjang, untuk melanjutkan penjelasannya yang panjang lebar...

Selama bulan Ramadan, umat muslim akan berpuasa setiap hari sampai Idul Fitri tiba. Ied artinya Hari Raya.Fithri berasal dari kata fathara artinya 'memecah, mengakhiri". Ied al-Fithri artinya Hari Raya Mengakhiri Puasa (Ramadan).

Hari terakhir dari bulan Ramadan dirayakan dengan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk muslim akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, kadang-kadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api. Di Pontianak sendiri, kota di mana Faza tinggal, biasanya turut dimeriahkan dengan permainan meriam karbit di sepanjang tepian sungai Kapuas.

Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, seluruh umat muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Salat Ied. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan acara saling memberi ma'af di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadan.

Hmmm....
Panjang sekali penjelasannya....semoga tidak ada yang salah, maklumlah ayah....hihihi

Kalau begitu, mumpung Idul Fitri sudah dekat, Fazapun ingin mengucapkan,"Mohon maaf lahir batin yaaaa!!!!"....:)

Senin, 25 Juli 2011

Tempe Goreng Ayah


Ayah Faza bukanlah seorang ayah yang pandai memasak.
Tapi, beliau mengaku sangat mahir dalam memasak mie instan,
telur rebus, dan tempe goreng.

Faza pernah mencoba buktikan pengakuan beliau.
Untuk mie instan, tergantung merk mie instan dan campuran bahan masaknya. Kalau dicampur dengan daging ayam, telur ayam, kacang polong, dan lain-lain
.....
yah, lumayanlah...

Diantara makanan-makanan itu, ada satu makanan favorit ayah,
yaitu tempe goreng. Saking favoritnya, bila ayah yang menggoreng tempe,
dari sepuluh potong tempe goreng, yang sampai ke meja makan hanya tersisa tiga potong tempe.

Bukankah korupsi itu namanya?

"Bukaaaaannnn! Ini bukan korupsi. Tempe inikan ayah yang beli, ayah yang masak, jadi ayah berhak menghabiskannya, kalau ayah mau!" kata ayah terkekeh-kekeh sembari menggoreng tempe dan sesekali mencomot tempe yang telah matang.

Masa sih itu bukan korupsi?
Kewajiban seorang ayahkan menafkahi seluruh keluarganya! Termasuk membeli dan memasakkan Faza tempe goreng kan?

Hmmm...Jangan-jangan ini yang dinamakan sifat tamak. Yaitu keinginan untuk selalu memperoleh sesuatu sebanyak-banyaknya. Jadi tidak salahkan kalau Faza bilang korupsi itu berasal dari ketamakan?
Tidak perduli akan hak orang lain, semuanya ditelan sendiri.

Duh, Ayaaahhh....!!!!
Tobat, Yahhhh!!!! Tobaatttt!!!!
Mumpung bulan puasa di depan mata.
Doakan ayah Faza dan orang-orang yang bersifat serupa bisa bertobat ya teman-teman....Amiiinn.....