Minggu, 26 Februari 2012
Sibuk!!!
Huh...Sibuukkk terus...Kapan mainnya?
Susah kalo ayah sedang sibuk.
Wajahnya serius. Keningnya berlipat, bertingkat-tingkat.
Ngomongnya sedikit dan pendek-pendek...
Tidak boleh diganggu oleh siapapun, termasuk dede Zyta.
Yah...begitulah ayah kalo sedang sibuk
Tenggelam dihadapan laptopnya selama berjam-jam.
Sedikit berdiri, lebih banyak duduk.
Kata ayah, jenis pekerjaan ayah ini adalah "Duduk-duduk, dapat duit".
Kalau tidak duduk, pekerjaannya tidak selesai, maka tidak dapat duit.
Walau terdengar mudah, hanya duduk-duduk, tapi harus duduk
sambil berfikir dan melotot hingga larut malam, bahkan sampai pagi.
Makanya mata ayah empat dan tubuh ayah bungkuk.
Nyaris sama dengan tukang jahit lah....
Duduk-duduk, sambil bergoyang kaki, dapat duit...!!!
Yah...semoga setelah suasana yang suram ini, ayah segera dapat duit...
Amiinnn...
Selasa, 03 Januari 2012
Terompet Tahun Baru Faza
Yieee....Faza dibelikan ayah terompet. Kata ayah, ini terompet tahun baru.Terompetnya berbahan kertas. Jadi umurnyapun tak lama. Suaranya yang keras bisa kedengaran hingga ke rumah mbah sebelah. "Toeeet...toeeettt..." begitu bunyinya. Mungkin saja si mbah terganggu, tapi tak mau protes ke Faza. Maaf ya mbah..."Toeeeettt...toeeeetttt"....
Eeeehhh, ternyata dede Zyta yang paling keras protesnya.
"Uaaaaaaa!!!!"... teriak Zyta.
Langsung disambar dengan omelan bunda
"Fazaaaaaaa!!! Dedenya jadi bangun tuh!!!"
Yaahhh....Dibelikan terompet, tapi tidak boleh dimainkan.
Gimana sih ayah?! Kok membelikan mainan yang tidak berguna?
Lain kali, kalau tahun baru lagi, daripada membelikan Faza terompet tahun baru, lebih baik membelikan Faza keyboard tahun baru. Volume suaranya bisa diatur supaya tidak berisik.
Setujukan teman-teman?!?! Kalo setuju, nanti Faza sampaikan ke ayah :)
Btw...
Slamat tahun baru yaaa ...
Bila tahun ini adalah permulaan, semoga ini permulaan yang baik.
Dan bila tahun ini adalah sebuah kelanjutan, semoga ini kelanjutan menuju yang terbaik.
Amin....
Sabtu, 31 Desember 2011
Faza dan Pulang
"Ayo pulang, Nak. Sudah empat malam kamu tidak pulang. Ayah dan dede Zyta kesepian," kata Bunda pada suatu hari. Yah, bunda ngga ngerti nih. Faza malas pulang. Capek. Kalau pulang, Faza pasti diomeli. "Fazaaa...mainannya coba dikemaskan!" omel Bunda sambil menunjuk harta Faza yang bergelimpangan di lantai.
"Fazaaa...coba temani dulu dede' Zyta!"
Sementara dede' Zytanya sendiri tidak mau tuh ditemani Faza. Nangisss terus...
"Fazaaa...coba jangan ganggu Ayah kerja!"
Yah...siapa yang mau ganggu?!! Fazakan cuma mau lihat-lihat...Ayah benar-benar sedang kerja atau sedang main game? Kalau memang sedang main game, Fazakan bisa ikutan...
Yah...pokoknya Faza sedang malas pulang. Capek.
Ayah Bunda ngga asyik.
Lebih enak di tempat Nenek.
Kalau Ayah, Bunda, dan dede' Zyta rindu, silahkan telpon.
Faza mau refreshing dulu dari omelan Bunda dan dengkuran Ayah yang ngga asyik.
Jaga dede Zyta baik-baik ya!!!
Muaachhh :*
Senin, 28 November 2011
Faza dan Doa
Kata ayah, doa adalah permintaan.Hanya permintaan ini bukanlah kepada manusia.
Tetapi permintaan kepada Tuhan yang maha kuasa.
Awalnya Faza fikir, karena kita meminta kepada yang maha kuasa, tentulah semua permintaan Faza bisa dikabulkan. Ternyata tidak selalu begitu kata ayah.
Sama seperti saat Faza minta dibelikan es krim pada ayah saat hari sedang dingin karena hujan. Ayah pasti akan menolak permintaan Faza. Itu karena ayah tidak mau melihat Faza sakit gara-gara makan es krim saat hari sedang dingin.
Kurang lebih, begitu juga Tuhan.
Ketika doa kita tak terkabulkan, bukan berarti Tuhan membenci kita.
Ia tentu lebih tahu yang terbaik untuk kita.
Dan, kata ayah, untuk mewujudkan keinginan, tidaklah cukup hanya berdoa.
Doa juga harus diiringi dengan usaha.
Kata ayah, manfaat doa begitu besar dalam kehidupan manusia. Dengan doa, kedamaian dapat diraih, semangat hidup dapat ditingkatkan, emosi dapat dikendalikan. Dengan doa, ada harapan yang terbentang. Doa menjadi penyejuk pada saat menghadapi musibah. Doa adalah tempat kembalinya manusia setelah seharian melakukan usaha.
Intinya ... semoga kita semua tidak melupakan doa. Amin...
Senin, 31 Oktober 2011
Faza dan Lupa
Lupa itu manusiawi kan teman-teman?Tapi terkadang lupa ini sangat mengganggu.
Seperti lupa yang diidap oleh ayah Faza...sangat akut dan mengganggu.
Ayah pernah panik di kamar mandi.
"Heh...kenapa ini, kenapa ini?!?!?!...teriak ayah dari kamar mandi.
Bunda yang kebetulan sedang mencuci pakaian di dekat kamar mandi ikut panik mendengarnya.
"Kenapa, yah? Kenapa?!?!?!" teriak Bunda dari luar kamar mandi.
"Mata ayah tiba-tiba kabur, Nda!!!" kata ayah masih terdengar gusar.
Apa yang terjadi sekejap kemudian, Bunda menggerutu panjang lebar.
"Ya iyalah kabur! Kacamatanya tidak dilepas!!!! kata Bunda sambil melanjutkan cuciannya.
"Hehehe...maaf, Nda. Namanya juga lupa...."jawab Ayah tersipu-sipu...
Masih banyak lagi cerita lupa ayah.
Lupa nama teman misalnya.
"Siapa namamu, bro.....? Masih ada rokok ngga...?!"
Dan, masih banyak lagi lupanya ayah, lupa mandi, lupa makan, lupa pulang, lupa apalagi ya???
Tuh kan!!! ... Faza jadi ikut-ikutan lupa!
Yah, Faza ambil hikmahnya saja, punya ayah yang begitu pelupa.
Faza cuma bisa berdoa, semoga ayah tidak mudah melupakan janji.
Karena lupa janji sering terjadi di masyarakat saat ini, terutama pada para pemimpinnya.
Gawatkan?!?!
Dan satu lagi yang paling penting Faza doakan untuk ayah!
Semoga ayah tidak pernah melupakan Tuhan...
Amin....
Langgan:
Entri (Atom)

